TEGAKKAN DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN, SATU WARUNG KOPI DI SABANG DI SEGEL

0

TRIBRATANEWSPOLRESSABANG – Untuk menegakkan disiplin terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) bagi pengusaha warung kopi, Polres Sabang bersama Pemko Sabang dan institusi TNI serta  Satpol-PP, BPBD dan RAPI laksanakan operasi yustisi. Dalam operasi tersebut satu warung, yang kedapatan tidak mengindahkan Surat Edaran pemerintah dipasang Police Line.

Kapolres Sabang AKBP Muhammadun, S.H., melalui Wakapolres Kompol Muhammad Husin, S.H., M.H. mengatakan, pelaksanaan patroli gabungan yang juga didukung TNI dari seluruh institusi seperti TNI AD, TNI AL, TNI AU dan instansi terkait, dilakukan guna menegakkan kedisiplinan Prokes Covid-19.

“Pelaksanaan operasi yustisi  dilaksanakan untuk menyadarkan masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan covid-19. Dimana, operasi tersebut melibatkan seluruh institusi TNI, seperti TNI, AD, TNI AL, TNI AU, Satpol-PP dan organisai lainnya seperti RAPI,” kata pimpinan operasi Kompol Muhammad Husin, S.H., M.H.

Wakapolres Sabang selaku pimpinan operasi pada malam itu menjelaskan, pada pelaksanaan operasi yustisi sabtu malam itu melibatkan sekitar 50 personil dan dibantu organisasi RAPI.

Pada operasi yustisi petugas melaksanakan penegakan disiplin Prokes ke warung-warung kopi dan cafe-cafe yang ramai dikunjungi masyarakat dan warung-warung kopi atau cafe yang tidak mengindahkan Istruksi Gubernur Aceh tentang batas waktu jam operasional warung kopi yaitu sampai dengan pukul 22.00 WIB

“Bahkan, dalam operasi yustisi malam Minggu itu satu warung kopi yang membandel dan tidak mematuhi Prokes serta mengabaikan Instruksi gubernur Aceh, disegel dengan cara di Police Line, dan kami sita meja dan kursinya sebagai barang bukti” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, sasaran pelaksanaaan patroli yustisi tersebut mengedepankan humanis namun demikian, bagi yang tidak mematuhi akan beri sanksi berupa menutup warung dengan memasang Police Line.

“Jadi bagi warung dengan tingkat presentase kerumunan yang tidak sesuai ketentuan surat edaran pemerintah maka, langsung ditindak dengan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan .Bahkan, pihaknya  juga telah memanggil pengusaha lainnya supaya mematuhi Prokes,” ungkap Wakapolres.

Pemerintah telah menghimbau kepada pemilik usaha, agar mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah dengan menutup tempat usaha pada pukul 22.00 WIB, maka apabila tidak dilaksanakan tentu akan diberikan sanksi berupa penyegelan tempat usaha.

Operasi yustisi selaku garda terdepan dalam pelaksanaannya adalah Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol-PP) sedangkan TNI/POLRI hanya membatu menghimbau masyarakat supaya patuh pada Prokes Covid-19.

Sementara tujuan dari patroli gabungan ini sendiri untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat di tempat-tempat keramaian, guna meputuskan mata rantai Covid-19 di Kota Sabang.

Karena, saat ini provinsi Aceh mengalami peningkatan kasus tepapar Covid-19 yang cukup drastis maka, untuk lebih meningkatkan disiplin masyarakat Kota Sabang terhadap Protkes pihaknya selalu melakukan patroli.

“Saat patroli berlangsung kedapatan salah satu warung yang tidak mematuhi himbauan surat edaran Gubernur Aceh dan Walikota Sabang, maka petugas menutup paksa dengan menyegel dan memasang Police Line,”ujarnya.

 

Patroli gabungan operasi yustisi penegakan disiplin Protkes diikuti oleh Wakapolres Sabang Kompol Muhammad Husin, S.H., M.H. Kasat Reskrim Polres Sabang IPDA Rahmad, S.Sos., S.H., M.Si Sekretaris Satpol-PP Kerry Priono, Personil Kodim 0112/Sabang, Personil Lanal Sabang, Personil Lanud Maimun Saleh, Personil Polres Sabang, Personil BPBD dan RAPI.

Share.

Leave A Reply