SAT RESKRIM POLRES SABANG LAKSANAKAN PENANGKAPAN TERHADAP TERSANGKA DUGAAN TINDAK PIDANA PENIPUAN DAN PENGGELAPAN PASAL 378  Jo Pasal 372 KUHPidana

0

TRIBRATANEWSPOLRESSABANG – Kamis, (18 /03/2021) Personil Sat Reskrim Polres Sabang yang di pimpin oleh KBO Sat Reskrim Polres Sabang  Ipda Agus Maulizar dan unit Opsnal serta dibantu oleh personil Ba Subdit Siber DitReskrimsus Polda Aceh Bripka Elfans Anbara Rambe telah melakukan Penangkapan atas dugaan Tindak Pidana Penipuan dan penggelapan Pasal 378 Jo pasal 372 KUHPidana.

Penangkapan ini atas dasar Laporan Polisi : LP.B/02/I/YAN1.11/2021/Aceh/SPKT/RES.SBG,  yang dilaporkan oleh Saudari IDA ROHANI Pada tanggal 26 Januari 2021, penangkapan tersangka ini dilaksanaakan di Desa Aji Baho  Kecamatan Biru-Biru  Kabupatan Deli Serdang-Sumatra Utara  kemudian Tersangka di Bawa Ke Mapolsek Sunggal Polrestabes Medan untuk di titip di Polsek Sunggal.

Kapolres Sabang, AKBP Muhammadun, SH., melalui Kasatreskrim Polres sabang Ipda Rahmad, S.Sos, S.H., M.Si., membenarkan bahwa pihaknya berhasil menciduk tersangka dengan dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 150 juta, yang dilakukan tersangka untuk mengurus calon tamtama TNI AD.

“Tersangka merupakan warga Jurong Mulia, Gampong Cot Bak U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, berinisial AP alias Boy, pekerjaan Karyawan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Sementara korban penipuan dan penggelapan  adalah Ida Rohani pekerjaan Ibu Rumah Tangga, warga Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya kota Sabang dengan nilai kerugian mencapai Rp. 150 juta” ujar Kasat Reskrim Polres sabang.

Kronologis awal, pada bulan Agustus 2020 tersangka membawa adik kandung korban atas nama Aris Irlan ke Kota Banda Aceh, guna pengurusan mendaftarkannya untuk menjadi peserta test TNI AD.

Saat itu tersangka meminta uang kepada orangtua korban sebanyak Rp 20 juta. Kemudian setelah mendaftar dan adik korban dinyatakan tidak lulus, lalu selang beberapa hari tersangka kembali meminta uang pada orangtua korban sebesar Rp 30 juta.

Setelah adik koban kembali pulang ke Sabang, tersangka kembali meminta uang pada orangtua korban Rp 80 juta, dengan alasan Aris Irlanda masih bisa diurus dan apabila orangtua korban tidak mau memberikan Rp 80 juta, maka seluruh uang tersebut hangus.

Karena merasa takut uang hangus maka orang tua korban memberikan uang Rp 80 juta dengan syarat membuat kwitansi penggabungan seluruh uang sebesar Rp 130 juta, selanjutnya pada bulan September 2020 tersangka kembali meminta uang Rp 20 juta terakhir, dengan alasan apabila tidak ada maka semua uang hangus.

Kemudian orangtua korban memberikan uang tersebut, dengan rincian :

a. Pemberian uang pertama Rp 20 juta saat membawa adik korban ke Banda Aceh untuk mendaftar TNI AD.

b. Pemberian uang ke dua Rp 30 juta dikirim oleh korban melalui BRI LINK Toko Aujustin di Jalan Perdagangan Kota Sabang.

c. Pemberian uang ke tiga Rp 80 juta pada tanggal 05 September 2020 dan dokumen kwitansi telah disita.

d. Pemberian uang ke empat Rp 20 juta dikirimkan oleh korban melalui BRI LINK di Toko UD. Yusri yang beralamat di Jurong Lam Kuta, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang dan bukti pengiriman sudah disita.

e. Seluruh pengiriman ditujukan ke nomor Rekening atas nama AP alias Boy nomor Rekening : 713914xxxx, kemudian setelah beberapa bulan dan korban menyadari dan merasa ditipu, serta korban ada beberapa kali mencoba meminta pertanggungjawaban kepada tersangka, tetapi tidak ada penyelesaian, maka pada tgl 26 januari 2021, korban membuat laporan polisi ke Polres Sabang.

Saat ini tersangka sudah ditahan di Polres Sabang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Share.

Leave A Reply